Enter your keyword

post

Training Berbasis Peminatan: Ruang Belajar dan Budaya Bertumbuh di Lazuardi

Training Berbasis Peminatan: Ruang Belajar dan Budaya Bertumbuh di Lazuardi

Di tengah proses pembelajaran siswa yang terus berkembang, guru dan karyawan juga secara berkelanjutan meningkatkan kompetensi untuk menjawab kebutuhan pendidikan yang dinamis. Hal ini diwujudkan melalui Training Berbasis Peminatan Batch 6, sebuah program pengembangan profesional yang memberi ruang bagi peserta untuk memperdalam keterampilan sekaligus mengeksplorasi bidang sesuai minat.

Pada pelaksanaan tahun ini, 175 peserta mengikuti 10 kelas peminatan dengan pendampingan 12 coach dan 8 assistant coach melalui pembelajaran synchronous dan asynchronous.

Program ini menjadi bagian dari upaya Lazuardi GCS dalam membangun ekosistem kerja yang adaptif dan terbuka terhadap pembaruan praktik pendidikan. Peserta diberi keleluasaan memilih kelas yang paling sesuai dengan kebutuhan peran masing-masing.

Setiap kelas menghadirkan fokus yang berbeda, mencakup penguatan literasi digital melalui AI Asisten Pribadi yang Pintar, Google Workspace Lanjutan, dan Google Certified Educator.

Pengembangan kapasitas juga hadir melalui Sensory Integration serta Natural Art Workshop, sementara aspek reflektif dan nilai ditumbuhkan lewat Mengaji, Ayat-Ayat Kehidupan, dan Mindful Practice Community.

Financial Literacy dan English Communication melengkapi cakupan keterampilan yang dibutuhkan dalam keseharian kerja.

Perbedaan fokus ini membuka kesempatan bagi peserta untuk melihat praktik kerja dari sudut pandang yang lebih luas dan menemukan pendekatan baru dalam menjalankan tugas.Dampak program terlihat dari munculnya berbagai inovasi setelah proses pembelajaran selesai.

Beberapa peserta mengembangkan dashboard kerja berbasis materi dari kelas AI untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan. Selain itu, praktik baik yang diperoleh selama pelatihan turut dibagikan dalam berbagai forum internal, memperluas jangkauan pembelajaran di lingkungan kerja.

Perubahan ini menunjukkan bahwa proses belajar berlanjut ke tahap penerapan yang memberi dampak langsung pada cara kerja sehari-hari.

Sebanyak 145 peserta menyelesaikan program dengan status lulus, setara dengan 82,9% dari total peserta.

Capaian tersebut mencerminkan semakin kuatnya budaya belajar di Lazuardi GCS. Di tengah perubahan yang cepat, kebutuhan akan sumber daya manusia yang terus memperbarui kompetensi menjadi semakin penting.

Hal ini juga menjadi teladan bagi peserta didik bahwa belajar tidak berhenti pada jenjang formal. Ketika pendidik dan tenaga kependidikan terus mengembangkan diri, mencoba pendekatan baru, dan terbuka pada gagasan berbeda, mereka menghadirkan contoh nyata pembelajaran sepanjang hayat.

Training Berbasis Peminatan Batch 6 menjadi salah satu ruang yang menjaga keberlanjutan proses tersebut, sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan bagi seluruh siswa di Lazuardi GCS.

Leave a Reply

Your email address will not be published.