Menjadi Orang Tua Bijak di Era Krisis Lingkungan: Insight Haidar Bagir di Lazuardi GCS pada Earth & Book Day 2026
Pada Sabtu, 25 April 2026, bertepatan dengan puncak perayaan Earth & Book Day, Lazuardi Global Compassionate School (GCS) menggelar acara bertajuk Quality Time with Parents. Kegiatan ini menghadirkan Haidar Bagir dan Henry Manampiring sebagai pembicara, dengan Yun Kusumawati sebagai moderator. Mengusung tema “Our Power, Our Planet: Filosofi Menjadi Orang Tua untuk Mental Tangguh Anak agar Peduli pada Sesama dan Lingkungan” acara ini menjadi ruang refleksi bagi orang tua dalam membangun pola asuh yang tidak hanya berfokus pada ketangguhan mental anak, tetapi juga pada kepedulian sosial dan lingkungan.
Acara berlangsung hangat dan penuh makna, terlebih dengan kehadiran penampilan siswa yang turut memeriahkan suasana. Siswa TK membuka rangkaian dengan pembacaan doa pendek dan Asmaul Husna, dilanjutkan dengan penampilan UA Choir. Sementara itu, siswa SD menampilkan presentasi mengenai konsep kelas sehat, yang menunjukkan bagaimana nilai kepedulian lingkungan telah mulai ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah.
Dalam pemaparannya, Haidar Bagir mengajak peserta untuk melihat kembali hubungan manusia dengan alam melalui perspektif Islam yang lebih mendalam. Ia mengutip sebuah ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa tidak ada satu pun makhluk di bumi, baik yang melata maupun yang terbang, melainkan merupakan umat seperti manusia. Ayat ini memberikan pemahaman bahwa manusia bukan pusat dari seluruh kehidupan. Makhluk lain juga memiliki martabat dan peran dalam tatanan ciptaan Tuhan. Dari sini lahir kesadaran bahwa kehidupan adalah sebuah jaringan yang saling terhubung, di mana setiap makhluk memiliki tempat dan fungsinya masing-masing.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa inti ajaran Islam terletak pada nilai rahmah atau kasih sayang yang mencakup seluruh ciptaan. Kasih sayang ini tidak terbatas pada hubungan antarmanusia, tetapi juga meluas kepada hewan, tumbuhan, dan lingkungan secara keseluruhan. Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa siapa pun yang menyayangi makhluk di bumi, akan mendapatkan kasih sayang dari Yang Maha Kuasa. Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar pilihan etis, melainkan bagian dari tanggung jawab spiritual.
Dalam konteks ini, tindakan menjaga lingkungan memiliki nilai ibadah. Menanam pohon, misalnya, dipandang sebagai sedekah yang manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai makhluk, lintas waktu dan generasi. Bahkan dalam situasi yang paling genting sekalipun, manusia tetap dianjurkan untuk menanam sebagai bentuk komitmen terhadap keberlangsungan kehidupan. Prinsip ini menunjukkan bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab yang tidak boleh ditunda.
Haidar Bagir juga menyoroti pentingnya hidup sederhana dan menghindari pemborosan. Nabi Muhammad SAW memberikan teladan dalam penggunaan air secara hemat, bahkan ketika sumber air tersedia melimpah. Pesan ini menegaskan bahwa kelimpahan tidak menjadi alasan untuk bersikap berlebihan. Nilai kesederhanaan ini juga tercermin dalam praktik tokoh Muslim modern, seperti Ayatullah Ruhullah Khomeini, yang dikenal disiplin dalam menghemat penggunaan sumber daya, mulai dari kertas hingga energi listrik. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.
Pada akhirnya, seluruh ajaran ini mengarah pada satu kesimpulan bahwa menjaga lingkungan dalam Islam merupakan amanah sebagai khalifah di bumi. Manusia bukanlah penguasa mutlak, melainkan penjaga yang bertanggung jawab atas keseimbangan alam. Alam memang disediakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi harus dikelola dengan bijak dan penuh tanggung jawab, bukan dieksploitasi tanpa batas.
Melalui kegiatan ini, Lazuardi GCS tidak hanya menghadirkan diskusi yang inspiratif, tetapi juga mengajak orang tua untuk mengambil peran aktif dalam membentuk generasi yang tangguh secara mental sekaligus peduli terhadap sesama dan lingkungan. Nilai rahmah yang disampaikan bukan sekadar konsep, melainkan ajakan untuk diwujudkan dalam tindakan nyata, sekecil apa pun, sebagai kontribusi berkelanjutan bagi masa depan bumi.