Enter your keyword

post

Main Lesson Block di Kelas IPS: Menantang dan Menyenangkan

Main Lesson Block di Kelas IPS: Menantang dan Menyenangkan

Main Lesson Block merupakan sistem pembelajaran yang diadaptasi dari Waldorf Education, Jerman. Main Lesson Block mulai resmi diterapkan di SMP Lazuardi GCS mulai tahun pelajaran 2019/2020 yang masih diimplementasikan hingga saat ini.

Pada dasarnya, mengajar blok membantu guru untuk mencapai target kurikulum secara mendalam dan membuat siswa dapat menyerap materi pembelajaran secara maksimal. Melalui proses “melupakan” dan “mengingat”, siswa akan memiliki rasa ketertarikan dan persepsi baru terhadap pelajaran. Masa jeda dalam sebuah blok mata pelajaran membantu siswa untuk mengembangkan dan menyempurnakan konsep pelajaran tersebut.

Pengalaman belajar siswa diperdalam dengan memberikan waktu “tertidur” sebelum “dibangunkan kembali” di akhir semester atau akhir tahun pelajaran. Lazuardi percaya bahwa ilmu pengetahuan butuh waktu untuk tumbuh dan berkembang sampai matang. Penggunaan blok pembelajaran memberikan ruang dan waktu bagi siswa untuk memiliki pengalaman yang lengkap untuk sebuah proses pembelajaran.

Dengan sistem ini, guru menjadi sangat terbantu untuk mencapai target kurikulum secara mendalam dan siswa mengalami aktivitas konkret secara komprehensif. Kontinuitas waktu belajar yang cukup panjang memungkinkan guru merancang aktivitas dengan eksplorasi penuh dan intensif bagi siswa dalam bentuk project sebagai kulminasi pembelajaran. Dengan demikian, siswa akan memiliki berbagai pengalaman belajar dengan pemahaman yang lengkap, mulai dari aspek kognitif maupun motorik.

Secara teknis, pelaksanaan main lesson block di SMP Lazuardi diterapkan selama sebulan penuh untuk satu pelajaran. Adapun pelajaran yang termasuk dalam sistem main lesson block ini merupakan pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, dan IPS.

Serunya Main Lesson Block di Kelas IPS

IPS merupakan salah satu pelajaran yang termasuk main lesson block. Hal tersebut diberlakukan karena IPS memiliki peranan yang sangat penting untuk mengasah berbagai social skill yang akan siswa-siswi gunakan sepanjang hayat, seperti critical thinking, analytical thinking, dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sosial.  IPS termasuk dalam kategori pembelajaran yang tidak hanya sekedar menjabarkan pengetahuan-pengetahuan yang terkait dengan sosial. Namun juga terlibat aktif dalam kehidupan sosial. Kehidupan sosial tersebut dapat tercermin dalam interaksi dengan lingkungan sehari-hari, seperti lingkungan sekolah, keluarga, dan juga teman. Berikut adalah contoh-contoh project dari main lesson block IPS yang berhasil dipraktikkan di SMP Lazuardi GCS:

1. Menulis artikel

Kegiatan menulis artikel ini menjadi hal yang sangat menantang bagi siswa-siswi Lazuardi. Pasalnya, generasi masa kini seringkali dikenal kurang ilmiah dan kurang suka menulis. Tapi dengan adanya dorongan dari guru, siswa dapat belajar membuat artikel yang dapat diterbitkan di media nasional. Dengan menggunakan isu-isu terkini yang dikaitkan dengan konsep pembelajaran di IPS, hal ini selain mengasah kemampuan menulis yang terkait dengan Bahasa Indonesia, juga mengasah kemampuan analytical thinking yang terkait dengan pembelajaran IPS. Di bawah ini salah satu artikel yang ditulis oleh siswa-siswi SMP Lazuardi kelas 9:

2. Mempresentasikan benda-benda dalam kehidupan sehari-hari

Kehidupan manusia tentu tak lepas dari barang-barang yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengaitkan pembelajaran dan kehidupan sekitar akan semakin memantik rasa ingin tahu anak. Selain itu, siswa juga dapat semakin memahami dunia sekitarnya yang dikaitkan dengan konsep pembelajaran. Di bawah ini adalah contoh siswi yang sedang mempresentasikan produk yang sering dikonsumsinya, serta menjelaskan kegiatan ekonomi di balik produk tersebut.

3. Membuat poster

            Kemampuan desain menjadi salah satu skill yang unggul dalam abad 21 ini. Siswa-siswi Lazuardi sudah terbiasa dengan kemampuan mendesain, sejak mulai tata letak, penggunaan huruf, hingga ke konten dari poster tersebut. Kemampuan ini sangat berguna dalam banyak hal di kehidupan sehari-hari. Hal ini, selain dapat mengasah kemampuan mendesain, juga membuat siswa-siswi lebih memahami konsep pembelajaran karena membuatnya secara individu atau kelompok, dan turut mempresentasikannya di depan teman sekelasnya.

4. Membuat komik

Komik merupakan hal yang akrab bagi kehidupan siswa. Maka, membuat komik dapat menjadi alternatif cara untuk menambah wawasan pemahaman tentang sebuah materi. Dengan membuat komik, anak akan berupaya menciptakan tokoh visual, membuat jalan cerita, dan konsep sesuai dengan konten yang sudah ditetapkan oleh guru. Siswa dapat memilih salah satu topik dari beberapa topik yang ditawarkan. Hal ini dapat memaksimalkan potensi siswa dalam menggambar dan menambah rasa ingin tahunya terhadap suatu materi pembelajaran.

5. Melakukan debat terbuka

Kecakapan berbicara di depan publik menjadi kebutuhan yang sangat urgen di era ini. Derasnya informasi membuat siswa-siswi perlu untuk telaten menyampaikan gagasan dan pandangannya terkait suatu permasalahan yang ada di dalam masyarakat. Dengan menggunakan praktik debat terbuka, siswa dapat mengasah kemampuan public speaking, wawasan, dan kemampuan dalam berargumentasi. Hal ini juga secara tidak langsung tengah memupuk kepercayaan diri siswa untuk menyampaikan pendapatnya di depan khalayak. Debat ini melibatkan seluruh siswa mulai dari publikasi poster, iklan, hingga melakukan riset yang terkait dengan topik yang akan diperdebatkan. Dengan hal ini, diharapkan agar siswa mampu memahami realitas secara lebih konkret, kritis, dan konstruktif

.