Enter your keyword

post

OSIS SMP LAZUARDI MEMBENTUK SISWA MENJADI PEMIMPIN DI ERA DISRUPSI

OSIS SMP LAZUARDI MEMBENTUK SISWA MENJADI PEMIMPIN DI ERA DISRUPSI

OSIS Lazuardi kembali menggelar acara keren setelah sukses dengan Freshmen Weeknya. Kali ini, OSIS menginisiasi acara yang sangat keren dan kekinian. Acaranya adalah Webinar Leadership Series. Edisi perdana yang bertepatan dengan Hari Pahlawan tahun ini menyajikan tema “Peluang dan Tantangan untuk Memimpin di Era Transformasi Digital bagi Pelajar Indonesia”. Webinar ini diselenggarakan Selasa, 10 November 2020. OSIS SMP Lazuardi menggunakan aplikasi Zoom dan juga Live Streaming YouTube sehingga bisa disaksikan oleh para orang tua siswa-siswi SMP Lazuardi.

Hadir sebagai narasumber yang sangat inspiratif yaitu Nadia Alatas sebagai CEO Cybertrend Intrabuana dan peraih Top Women in ASEAN ICT Awards 2020. Beliau memberikan banyak tips bagaimana menempatkan diri sebagai siswa yang kelak akan menjadi pemimpin di era bonus demografi pada tahun 2030 mendatang. Keren ya OSIS SMP Lazuardi? Nah, sekarang mari kita simak cerita tentang Webinar kali ini.

ERA DISRUPSI

Di era perubahan, kita harus belajar seumur hidup.

Era disrupsi dapat didefinisikan sebagai zaman dimana hampir seluruh lini kehidupan diganti dengan sistem baru, karena internet. Hal ini merupakan tantangan besar bagi masyarakat seluruh dunia. Dulu, orang harus menggunakan transportasi manual untuk pergi ke suatu tempat, kini sudah lebih mudah diakses hanya dengan sekali klik melalui aplikasi berbasis daring, seperti Grab dan Go-Jek. Jika kita tidak beradaptasi dengan lingkungan teknologi yang baru, maka siap-siap akan mudah tergerus dengan pihak lainnya yang terus berinovasi.

Bu Nadia yang merupakan Alumnus Universitas Indonesia ini menjelaskan, di era disrupsi ini banyak perusahaan yang bangkrut karena tidak bisa beradaptasi dengan teknologi yang semakin canggih. Contohnya Nokia, pada tahun 2006, penggunanya mencapai 73.6%. Kita semua dapat melihat kejayaan Nokia pada masanya. Namun karena kemunculan Android dan iPhone, saham Nokia langsung turun tak terkendali.

“Hal yang membuat saham Nokia jatuh, bukan karena Android dan iPhone-nya, tetapi karena Android dan iPhone lebih memuaskan bagi masyarakat sehingga mereka membelinya. Ini karena mereka terus melakukan adaptasi dan inovasi,” ujar alumnus master dari  Quantic School of Business and Technology dari Amerika Serikat ini.

Hal yang sama juga terjadi pada perusahaan buku terbesar di dunia, Encarta. Encarta menjual berbagai buku ensiklopedia. Karena zaman sudah bergeser menjadi digital, Encarta digantikan oleh Wikipedia yang dapat diakses secara gratis kapanpun dan dimanapun. 

Tak hanya itu, kehadiran Blockbuster sebagai penyewa DVD/VCD dan juga sebagai perusahaan terbesar dengan memiliki ribuan cabang–seketika bangkrut karena kehadiran Netflix. Hal ini menjelaskan, bahwa adaptasi dan inovasi teknologi sangat diperlukan untuk kelangsungan sebuah perusahaan.

Inovasi Teknologi di Era Disrupsi: Peluang atau Ancaman?

Berbagai disrupsi yang kita ketahui.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat, di satu sisi begitu memudahkan dan membuat segalanya menjadi murah. Kehadiran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sangat membantu manusia untuk meniru teknis-teknis yang terotomatisasi. Salah satu bagian dari AI adalah Machine Learning, dimana mesin tersebut dapat menayangkan algoritma dan pola tertentu yang sulit ditemukan manusia.

Namun, Bu Nadia menekankan, kita tidak perlu takut atau merasa tersaingi dengan teknologi mesin. Karena mesin tidak akan pernah bisa menggantikan manusia dalam hal ‘perasaan’. Robot memang bisa menggantikan manusia, tetapi hanya dalam hal-hal yang teknis karena ia bersifat rigid, tidak fleksibel seperti halnya manusia. Saat ini, di berbagai negara maju, sudah 85% yang menggunakan robot sebagai upaya konsultasi kesehatan. Namun, manusia tidak perlu berkecil hati selama menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin di masa depan.

OSIS SMP LAZUARDI BERSIAPJadi Pemimpin Indonesia di Masa Depan

Indonesia diprediksi masuk menjadi 10 negara terbesar di dunia jika mengandalkan SDM dan SDA secara tepat guna. Ada beberapa sifat yang harus dimiliki oleh siswa-siswi Indonesia yang akan menjadi pemimpin di masa depan, yaitu antara lain:

Menjadi OSIS yang mengerti peluang dan tantangan era Transformasi Digital

(1) Fokus pada tujuan utama.

(2) Inovatif dan kreatif.

(3) Mengajak tim berpikir dalam berbagai alternatif solusi.

(4) Daya tahan dan daya juang yang tinggi, dan

(5) Komunikasi yang transparan.

“Daya tahan dan daya juang yang tinggi yang membuat kita maju. Sesungguhnya kita kuat karena tempaan. Orang yang hebat adalah orang yang terkena tekanan, dan itu membuat kita menjadi tangguh,” tutur penggagas Cybertrend ini.

Bu Nadia pun menekankan, ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan sejak dini untuk masuk ke era disrupsi. Persiapannya meliputi:

(1) Mengembangkan sikap percaya diri.

(2) Bersikap terbuka

(3) Menjadi manusia yang tegas dan bertanggung jawab.

(4) Saling menghargai, dan

(5) Semangat untuk tumbuh, belajar dan melakukan perbaikan secara terus-menerus. 

JK Rowling saja pernah ditolak 12 penerbit buku. Dia tidak pernah menyerah. Ia tetap gigih menulis, menulis, dan terus menulis.  Sekarang beliau berhasil menjadi salah satu penulis terkaya di dunia. Maka, kenali dirimu, apa yang menjadi tujuan dan passion-mu? Apa yang bisa membuat kita blowing dan kita akan merasa enjoy di sana, yuk lakukan,” Bu Nadia menambahkan.

Wah, menarik sekali acara yang diselenggarakan kakak-kakak OSIS SMP. Semoga acara kali ini dapat menjadi inspirasi kebaikan bagi kita semua untuk menghadapi era digital yang semakin maju. Tetap semangat untuk mengasah bakat, minat, dan kemampuan diri pada bidang masing-masing. Semoga kelak menjadi pemimpin masa depan yang dapat diandalkan dan berakhlak mulia.

Link Video : https://www.youtube.com/watch?v=5tFrZ1Z6cvs