Students Trip SD Lazuardi GCS: Bukan Sekadar Wisata Edukasi, Melainkan Mempererat Silaturahmi
Pada tanggal 27 April 2026, sebanyak 33 siswa-siswi SD Lazuardi GCS, didampingi oleh 4 guru pendamping, memulai perjalanan menuju Solo dan Yogyakarta, Jawa Tengah dalam rangka kegiatan Students Trip. Program yang berlangsung hingga 30 April 2026 ini tidak hanya dirancang sebagai perjalanan edukatif, tetapi juga sebagai sarana melatih kemandirian, tanggung jawab, serta memperluas wawasan siswa di luar lingkungan kelas.
Solo dan Yogyakarta dipilih sebagai destinasi karena kekayaan budaya, sejarah, dan nilai edukatif yang dimilikinya. Namun, perjalanan kali ini memiliki makna lebih dari sekadar kunjungan wisata. Siswa juga berkesempatan mengunjungi sekolah dalam satu naungan yayasan, yaitu Lazuardi Kamila di Solo dan Lazuardi Al Falah di Klaten, Yogyakarta. Kunjungan ini menjadi momen berharga untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan rasa kebersamaan dalam keluarga besar Lazuardi.
Perjalanan dimulai dengan penuh antusias melalui pengalaman menaiki kereta api KAI Argo Semeru. Bagi sebagian siswa, ini menjadi pengalaman pertama melakukan perjalanan jauh bersama teman-teman, yang sekaligus melatih kemandirian dan kebersamaan.
Selama kegiatan berlangsung, siswa diajak menjelajahi berbagai destinasi edukatif yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan pengalaman langsung.
Di Keraton Mangkunegaran, siswa mengenal lebih dekat sejarah kerajaan serta nilai-nilai kepemimpinan dan budaya Jawa yang masih terjaga hingga kini. Nuansa klasik dan cerita masa lalu yang disampaikan menjadi pengalaman belajar yang berkesan.
Sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran kontekstual berikutnya, siswa juga mengunjungi Museum Radya Pustaka di Solo. Di museum tertua di Indonesia ini, siswa diajak mengenal kekayaan sejarah, budaya, dan literasi Jawa melalui berbagai koleksi naskah kuno, artefak, dan peninggalan bersejarah. Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya sekaligus kesadaran untuk menjaganya.
Kunjungan ke Museum Lokananta memberikan wawasan tentang sejarah industri musik di Indonesia. Siswa belajar bagaimana karya-karya musik legendaris dihasilkan dan didokumentasikan, sekaligus memahami pentingnya melestarikan karya bangsa.
Di Museum Pers Nasional, siswa diperkenalkan pada perjalanan dunia jurnalistik di Indonesia. Kunjungan ini menjadi relevan dengan pembelajaran literasi, di mana siswa dapat memahami peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Pengalaman budaya semakin lengkap saat siswa mengunjungi Museum Batik Danar Hadi. Tidak hanya melihat koleksi batik yang beragam, siswa juga mengikuti kegiatan membatik secara langsung. Melalui kegiatan ini, mereka belajar tentang proses, ketelitian, serta nilai seni yang terkandung dalam setiap motif batik.
Keindahan seni pertunjukan tradisional dirasakan saat siswa menyaksikan Sendratari Ramayana Prambanan. Pertunjukan ini menghadirkan kisah klasik dengan balutan tari dan musik yang memukau, memberikan pengalaman estetika sekaligus pemahaman budaya.
Di Yogyakarta, siswa juga mengunjungi Museum Ullen Sentalu, yang dikenal dengan penyajian sejarah dan budaya Jawa yang unik dan mendalam. Suasana museum yang artistik membantu siswa merasakan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya.
Sebagai penutup yang penuh tantangan dan keseruan, siswa mengikuti kegiatan lava tour di kawasan Gunung Merapi. Dengan menaiki jeep, mereka menyusuri jejak erupsi Merapi sambil belajar tentang fenomena alam, mitigasi bencana, serta kekuatan alam yang perlu dihormati.
Melalui rangkaian kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman yang membentuk karakter—mulai dari kemandirian, kerja sama, hingga kepedulian terhadap budaya dan lingkungan.
Students Trip ini diharapkan menjadi kenangan indah sekaligus pembelajaran bermakna yang akan terus dikenang oleh siswa. Sebuah perjalanan yang tidak hanya membawa mereka ke tempat baru, tetapi juga memperkaya cara pandang dan mempererat rasa kebersamaan.