Bulan Bahasa dan Sastra 2026 Lazuardi
Bulan Bahasa dan Sastra 2026 Lazuardi: Menghidupkan Literasi melalui Kolaborasi Sekolah dan Keluarga
Diawali Batik Day yang diselenggarakan oleh orang tua, rangkaian kegiatan sepanjang Oktober mengajak siswa mengenal bahasa, memaknai budaya, dan berbagi karya.
DEPOK — Mengenal batik, berbagi cerita, hingga merancang proyek budaya menjadi bagian dari Bulan Bahasa dan Sastra 2026 Lazuardi. Mengusung tema “Bahasa Menyatukan, Budaya Menguatkan” dan semangat “Kenali. Maknai. Rayakan Indonesia.”, rangkaian kegiatan ini melibatkan siswa, guru, karyawan, dan keluarga dalam pengalaman belajar sepanjang Oktober.
Kegiatan dibuka pada 2 Oktober 2026 melalui Batik Day yang diselenggarakan bersama oleh orang tua/komite dan sekolah. Siswa menjelajahi pameran batik dari berbagai daerah di Indonesia, mengikuti lokakarya membatik, menjawab kuis, dan peragaan busana batik. Keterlibatan orang tua menghadirkan kesempatan bagi anak untuk mengenal warisan budaya melalui pengalaman langsung sekaligus memperkuat kemitraan sekolah dan keluarga.
Mengenal Bahasa dan Budaya melalui Karya
Bulan Bahasa dan Sastra diperingati setiap Oktober dalam semangat Sumpah Pemuda. Di Lazuardi, momentum ini dikembangkan menjadi rangkaian pembelajaran bermakna yang terintegrasi dengan proyek siswa. Bahasa dan budaya menjadi titik awal untuk bertanya, berdiskusi, menghasilkan karya, dan menyampaikan pemahaman.
Pengalaman belajar dirancang sesuai tahap perkembangan anak. Siswa Pra-TK dan TK belajar melalui cerita, permainan tradisional, serta interaksi. Siswa SD mengembangkan keterampilan bercerita, membaca puisi, dan menulis cerita pendek, dengan dukungan kegiatan Meet the Expert. Sementara itu, siswa SMP mengeksplorasi musikalisasi puisi, berbalas pantun, menulis resensi buku, serta mengerjakan proyek tentang budaya Indonesia.
Semangat berbahasa juga hadir melalui tantangan di media sosial yang mengajak siswa, orang tua, guru, dan karyawan berpartisipasi. Tema tantangannya mencakup peribahasa, pantun, serta kosakata unik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kegiatan ini memberi ruang bagi komunitas Lazuardi untuk mengeksplorasi kekayaan bahasa Indonesia secara kreatif.
Membaca Bersama, Belajar Saling Memahami
Budaya literasi diperkuat melalui Parade Membaca Nyaring, yang dijadwalkan pada 22–23 dan 26–27 Oktober 2026. Kegiatan membaca nyaring ini akan melibatkan siswa TK A hingga SMP, guru, karyawan, dan orang tua.
Melalui program unggulan Lazuardi Big Brothers and Sisters, siswa SMP akan membacakan buku untuk siswa kelas 1–3 SD, sedangkan siswa kelas 4–6 SD akan mendampingi adik-adik Pra-TK dan TK. Selain berbagi cerita, kegiatan ini memberi kesempatan kepada kakak kelas untuk berlatih berkomunikasi dengan memperhatikan kebutuhan dan respons adik-adiknya. Ini juga sebagai pondasi awal seblum adik-adik akan berkeliling ke pameran budaya yang diselenggarakan kakak-kakak nantinya.
Merayakan Keberagaman dalam Festival Budaya
Rangkaian Bulan Bahasa dan Sastra akan berpuncak pada peringatan Sumpah Pemuda dan Festival Budaya pada 28 Oktober 2026 di kampus Lazuardi, Cinere, Depok.
Melalui stan budaya, permainan tradisional, pertunjukan seni, dan kuliner Nusantara, siswa diajak mengenal cerita serta nilai di balik tradisi. Karya dan refleksi siswa menjadi sarana untuk membagikan pemahaman sekaligus mengungkapkan pertanyaan yang masih ingin mereka telusuri.
Bulan Bahasa dan Sastra menjadi salah satu wujud pendekatan Integral Education Lazuardi yang menghubungkan pengetahuan, imajinasi, pengalaman langsung, dan pengembangan karakter. Siswa mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuan berbahasa sekaligus berlatih mendengarkan, bekerja sama, dan menghargai keberagaman.
Dengan keluarga sebagai mitra aktif serta keterlibatan guru dan karyawan, pengalaman literasi tumbuh di tengah komunitas yang turut membaca, berkarya, dan belajar bersama.
Temukan cerita, karya, dan momen kolaborasi Bulan Bahasa dan Sastra 2026 melalui kanal media sosial resmi Lazuardi.